PT. Pertamina Refinery Unit IV Cilacap

Ringkasan Kinerja & Capaian Penghematan
Pertamina RU IV Cilacap adalah kilang pengolahan minyak bumi menjadi produk-produk BBM, non BBM, dan Petrokimia yang berlokasi di Cilacap Jawa Tengah yang merupakan kilang yang memiliki kapasitas terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi 348.000 barel per hari.
Pertamina RU IV Cilacap menggunakan standar EII (Energy Intensity Index) sebagai parameter performance efisiensi energi. Terdapat penurunan angka EII sejak tahun 2016-2018 yaitu 114.53 vs 103.74 pada tahun 2018 yang menunjukkan adanya efisiensi energi nyata pada kilang Pertamina RU IV Cilacap.
Pertamina RU IV Cilacap memiliki komitmen dan kebijakan untuk melaksanakan efisiensi energi. Inovasi dan improvement terus mengalami perkembangan setiap tahunnya sesuai dengan roadmap penurunan EII RU IV Cilacap yaitu pencapaian EII sebesar 88 (EII quartile I) pada tahun 2028. Beberapa program efisiensi yang dilakukan diantaranya implementasi APC (Advanced Process Control) pada boiler utilities, time based cleaning preheater untuk mengoptimalkan temperatur inlet furnace, dan program zero steam leak di area kilang RU IV. Program ini memberikan penghematan sebesar 5.381.671,86 MMBTU pada tahun 2018 atau setara dengan 14.10%.
Praktik dan Langkah-langkah Manajemen Energi (EMS Brick)
Efisiensi energi merupakan salah satu pilar pada Pertamina Production System pada sub Technology Management yaitu Energy Management System (EMS). Inisiatif EMS diimplementasikan terstruktur pada Performance, Process, dan People:
- Performance: Menggulirkan program kompetisi efisiensi energi, menyelenggarakan training/workshop berkala, menjabarkan kompetensi EMS, dan membangun Academy EMS internal.
- Process: Menyusun baseline EII dan roadmap jangka panjang, mengidentifikasi dan menerapkan value accelerators, serta mendorong implementasi proyek ABI mayor dan minor untuk meningkatkan efisiensi energi kilang.
- People: Meningkatkan equipment readiness (system maintenance dan pengadaan), membentuk tools dan mekanisme problem solving lintas fungsi (EE Cross Function Area), meng-cascade KPI ke seluruh fungsi terkait, serta meningkatkan performance monitoring system.

