Kementerian ESDM - Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi
Industri Bijih Logam
IndustriSub-Sektor Resmi ESDM

Industri Bijih Logam

Industri pengolahan dan pemurnian (smelter) bijih nikel, bauksit, tembaga, dan bijih besi menjadi ferronickel, nickel pig iron, alumina, dan katoda tembaga.

Penghematan Energi
29.400.000 Gjoule
Berdasarkan Pelaporan Fasilitas Pemurnian Smelter Nasional

Benchmarking Intensitas Konsumsi Energi (IKE)

Standar acuan kinerja energi spesifik berdasarkan pelaporan resmi Kementerian ESDM

Jenis Fasilitas SmelterFokus Benchmarking Energi
Smelter Nikel RKEFKonsumsi Listrik Electric Smelting Furnace (kWh/ton FeNi)
Smelter Alumina (Refinery)Konsumsi Panas Kalsinasi Alumina & Steam Digesting
Smelter Tembaga Flash SmeltingPemanfaatan Panas Reaksi Eksotermik Flash Furnace
Sumber: Pelaporan Pengguna Energi (POME), Direktorat Konservasi Energi, Ditjen EBTKE, KESDM.

Intensitas Listrik dan Termal Smelter

Fasilitas smelter nikel dan logam dasar merupakan salah satu fasilitas industri paling padat energi di Indonesia dengan kebutuhan daya ratusan megawatt per pabrik untuk proses peleburan tanur busur listrik.

Kegiatan & Inisiatif Penghematan Energi yang Direkomendasikan

Rekomendasi teknis peningkatan efisiensi energi pada sub-sektor Industri Bijih Logam:

Peluang Penghematan Energi

  • Pemanfaatan gas buang tanur listrik (off-gas recovery) untuk pengeringan bijih tambang
  • Optimasi isolasi refraktori furnace untuk menekan kerugian radiasi panas
  • Penggunaan elektroda berkualitas tinggi untuk meminimalkan rugi daya kelistrikan